Analisa Emas 25 April: Bearish Pada Kisaran USD1232

Dear Traders,
Setelah melakukan pergerakan koreksi bullish yang cukup kompleks dan sempat mencapai pergerakan tertinggi pada kisaran USD1270, Emas saat ini sedang bergerak bearish untuk menutup koreksi bearish wave C dan diperkirakan akan berakhir pada key-support wave 4 pada pergerakan bullish sebelumnya pada kisaran USD1190.

Fokus pasar masih berkisar soal kenaikan suku bunga yang masih terus merupakan misteri tersendiri dari FED. Data ekonomi AS sebagai salah satu cara untuk memperkirakan kenaikan tersebut terus dimonitor dan saat ini probabilitas kenaikan hanya mencapai angka sekitar 62 persen saja.

Analisa Teknikal

Pada grafik H4 di bawah ini dapat dilihat salah satu kemungkinan hitungan Elliott Wave yang dapat membantu anda mengambil keputusan trading hari ini.
klik gambar untuk memperbesar
Have a good trading… Bersukacitalah!


Emas Naik Tipis Menanti Rapat The Fed Minggu Ini

Harga emas hari Senin ini (25/04) mengalami kenaikan jelang rapat bank sentral AS yang akan diselenggarakan minggu ini. Saat ini XAU/USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,233 dolar AS per troy ounce.
Emas Naik
Sementara itu, harga emas untuk pengiriman bulan Juni pada Comex, New York Mercantile Exchange juga meningkat sebesar 0.29 persen menjadi 1,233 dolar AS per troy ounce dan perak futures untuk pengiriman bulan Mei naik ke 17.040 dolar AS per troy ounce, mengalami kenaikan sebesar 0.83 persen. Sementara itu, tembaga futures turun tipis 0.02 persen menjadi 2,268 dolar AS per pound, sedangkan pasar di Australia akan tetap tutup karena libur hari Anzac.

Berfokus Pada Rapat The Fed

Dalam minggu ini, para investor akan berfokus pada hasil rapat the Fed yang akan rilis pada hari Rabu lusa nanti mengenai kejelasan akan kenaikan tingkat suku bunga di AS berikutnya. Selain itu, pada hari Kamis, Bank of Japan juga akan mengumumkan kebijakan tingkat suku bunganya.
Spekulasi bahwa the Fed bisa jadi akan menaikkan suku bunga secepatnya dan melebihi perkiraan dapat membebani harga emas setelah rilis data pada Kamis lalu yang menunjukkan bahwa jobless claims AS turun ke level terendahnya selama 43 tahun ini.
Pada hari Jumat minggu lalu, harga emas juga mengalami penurunan seiring dengan menguatnya dolar dan perkiraan bahwa the Fed bisa jadi akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang sudah diprediksi. Hal tersebut kemudian menekan harga logam mulia ini ke level harga yang relatif rendah. Namun sebaliknya, tingkat suku bunga yang rendah cenderung bisa mengangkat harga emas.
Sejauh ini harga emas masih bisa mencetak harga terkuatnya dalam 30 tahun dalam kuartal pertama tahun 2016 seiring dengan kecemasan pada pertumbuhan ekonomi global. Investor banyak yang merasa gelisah tentang kebijakan terhadap suku bunga negatif di Jepang dan Eropa, sehingga hal itu bisa mendorong minat para investor untuk membeli bullion.